Penutupan Ngabdi ka Desa


Jatinangor (20/5) – Sabtu pagi keceriaan anak-anak SMP dari Desa Banyuresmi menemani para panitia dari Ngabdi ka Desa, ya, hari ini adalah penutupan dari rangkaian acara Ngabdi ka Desa termin pertama yang diadakan oleh Departemen Sosial dan Kemasyarakatan. Acara dimulai sejak pukul 08:00 WIB dengan tour de campus, adik-adik SMP tersebut ditemani oleh panitia untuk berkeliling kampus Jatinangor Universitas Padjadjaran dengan angkutan kampus yang cukup digemari masyarakat kampus, yakni Odong-odong. Setelah bersafari ria memutari seantero kampus, para siswa-siswi diperkenalkan kepada kampusnya para panitia Ngabdi ka Desa, Fakultas Ilmu Budaya. Sambil menjelaskan satu per satu bangunan dan tempat di FIB, panitia pun menyisipkan ajakan untuk melanjutkan studi hingga jenjang tertinggi kepada adik-adik ini.



Setelah berkeliling Unpad dan FIB, adik-adik dari SMP di Desa Banyuresmi ini diajak untuk bermain. Karena di usianya yang masih tergolong muda, jika dibandingkan dengan seumuran Gama FIB saat ini, mereka sangat antusias dengan berbagai macam permainan, terlebih yang outdoor. Games yang telah dipersiapkan oleh panitia pun sangat menarik dan beragam, juga sesuai dengan minat mereka. Anak laki-laki lebih memilih untuk bermain sambal berolahraga di Lapangan Sastra, maka mereka bermain voli, basket, futsal yang didampingi oleh para mahasiswa. Sedangkan anak perempuan kebanyakan lebih pemalu sehingga diajak untuk bermain yang bisa membuat mereka lebih percaya diri dan juga mengenal para kakak-kakak panitia dari Ngabdi ka Desa, tak mau kalah keseruan pun terlihat dari grup yang bermain di depan papan panjat tebing Blue Hikers.



Permainan belum selesai, walau matahari sudah berada tepat di atas kepala, semangat dan kebahagiaan masih terpancar dari wajah panitia dan adik-adik SMP, mereka terlihat sangat antusias dengan permainan selanjutnya yang akan melibatkan mereka semua. Permainan yang berlangsung kurang lebih satu jam ini dilakukan di Lapangan Sastra dengan dipimpin oleh Triani. Sambil berusaha fokus dan saling mengingat nama agar tidak kalah dan dihukum, gelak tawa kerap kali terdengar sepanjang acara.

Acara ditutup dengan makan siang bersama dan sharing seputar kegiatan Ngabdi ka Desa. Sampai jumpa di Ngabdi ka Desa termin kedua!

(Zhinta)

0 comments: