Opera Budaya 2017




Jatinangor (25/8) - Opera Budaya, Gama FIB sekalian tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama tersebut, merupakan akronim dari Orientasi Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Budaya. Di tahun 2017 ini menjadi tahun ke-6 Opera Budaya diadakan dalam rangka menyambut Pramuda FIB, dengan selalu mengambil tema yang unik dan menarik di tiap tahunnya tak heran bila Opera Budaya menjadi PMBF terbaik di Unpad selama 5 kali berturut-turut. Digitalisasi Budaya menjadi pilihan panitia sebagai tema di tahun ini, mengutip dari tulisan ketua pelaksana Opera Budaya 2017 di akun instagramnya, @rezafazlulrahman, tema tersebut dipilih agar nantinya mahasiswa baru FIB dapat bersama-sama mengembangkan budaya-budaya yang mulai terkikis dengan memanfaatkan gawainya dengan baik untuk melestarikan budaya tersebut, yaitu budaya konvensional.

Pelaksanaan dari Opera Budaya 2017 terbagi menjadi 4 hari, yaitu Pra Opera Budaya (Open House), Sidang Senat, Opera Budaya hari pertama, dan Opera Budaya hari kedua. Satu hal mengenai jadwal pelaksaan yang unik di tahun ini, atas ketetapan dari rektorat maka pelaksanaan Sidang Senat dan PMBF hari pertama memiliki selang waktu beberapa hari, yang akan diisi oleh pelaksanaan PRABU.



Pra Opera Budaya atau Open House dilaksanakan sehari setelah Hari Kemerdekaan, yaitu pada tanggal 18 Agustus 2017 pukul 13:00 WIB, di Blue Stage bagi Pramuda FIB 2017, dan di Lapangan FISIP bagi Orang Tua ataupun Wali dari Pramuda FIB 2017. Rangkaian acaranya meliputi Kontrak Pramuda, penampilan dari Les Cantores, penampilan hiburan dari divisi Kandaya (Pertunjukan dan Budaya), pembekalan mengenai Opera Budaya, Pra Mabim, dan ditutup oleh kunjungan ke stand-stand jurusan di parkiran gedung B sekitar pukul 16:00 WIB.



Rangkaian kedua dari Opera Budaya adalah Sidang Senat yang dilaksanakan pada Selasa, 22 Agustus 2017. Acara dimulai pukul 08:00 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dan pembacaan Kalam Ilahi. Upacara penerimaan mahasiswa baru dipimpin oleh pihak dekanat berlangsung sekitar 70 menit, hingga pukul 09:30, dan dilanjutkan dengan rangkaian acara lainnya. Acara hari ini ditutup dengan pengenalan prodi dan pengisian KRS bagi Pramuda FIB 2017.

Sudah sejak Sidang Senat para Pramuda FIB diminta untuk berkumpul di Gerbang Lama pukul 05:00 WIB, terlalu pagi mungkin, tetapi penyambutan yang dilakukan oleh para panitia terlebih divisi Kandaya tidak pernah mengenal kata terlalu pagi. Penampilan yang unik serta menarik selalu dapat membawa gelak tawa dan mengobarkan api semangat bagi para Pramuda. Tak lupa senyum, salam dan sapa yang menjadi ciri khas dari FIB someah diberlakukan oleh seluruh lapisan panitia.




Opera Budaya hari pertama 24 Agustus 2017 diadakan di Aula PSBJ, dibuka oleh penampilan dari divisi Kandaya pada pukul 07:00 WIB. Setelah disuguhkan hiburan dari Kandaya, para Pramuda FIB diajak untuk membahas prospek kerja setedi sesi Bincang Alumni, bersama Kang Aam dan The Mona. Acara dilanjutkan dengan penampilan dari seluruh LK yang ada di FIB. Pada pukul 10:00 WIB, Waktu Indonesia Berbudaya, selama kurang lebih satu jam. Selanjutnya ada pengenalan BEM dan BPM, dan diakhiri dengan Bedah Buku novel mega best seller “Dear Nathan” bersama sang penulis, Erisca Febriani. Rangkaian acara Opera Budaya hari pertama ditutup pada pukul 15:00 WIB.




Di hari kedua sekaligus hari terakhir dari Opera Budaya 2017, pada tanggal 25 Agustus 2017. Mengawali hari Jum’at di minggu terakhir bulan Agustus ini, para Pramuda FIB diajak untuk mengelilingi kampus tercinta dalam konten Tour de Campus. Pramuda terlihat sangat antusias untuk lebih mengenal lagi bagian-bagian di kampus, mulai dari gedung-gedung perkuliahan sampai ketiga kantin yang ada di FIB didampingi oleh masing-masing Pendamping Kelompoknya. Setelah puas mengelilingi kampus, acara dilanjutkan kembali di Blue Stage pada pukul 08:30 WIB dan dibuka dengan penampilan dari Komunitas Angklung FIB. Selanjutnya ada Parade dari sepuluh himpunan mahasiswa, yang diawali oleh Himasa (Sastra Arab) dan diakhiri oleh Gelanggang (Sastra Indonesia). Acara selanjutnya yaitu konten Peran Mahasiswa, diisi oleh Kang Zul Karami dari BEM Kema Unpad. Setelah istirahat, salat, dan makan, Pramuda FIB kembali dihibur oleh konten Stand Up Comedy yang diisi oleh Kang Imanbonyok dan juga Kang Uus, yang merupakan alumni jurusan Sastra Inggris. Gelak tawa menggema memenuhi panggung biru kebanggan FIB. Penampilan yang menghibur tersebut masih belum menutup rangkaian acara hari ini, masih ada penampilan dari El Karmoya yang mengundang takjub 700 lebih Pramuda FIB. Penampilan El Karmoya tersebut menutup rangkaian acara Opera Budaya di Blue Stage, tetapi masih ada rangkaian acara menarik lainnya yang akan diadakan di Aula PSBJ lagi, seperti hari sebelumnya.


Talkshow mengenai videografi diadakan selama sekitar 70 menit, mengundang Dhino Haryo, Ardina, dan Riza Pahlevi (sutradara film pendek “Makmum”). Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pramuda diminta untuk mempersembahkan suatu penampilan kelompok, yang tahun ini dibagi menjadi 7 kelompok besar yang menampilkan tentang Wayang, seperti nama-nama kelompok Opera Budaya 2017. Penampilan ketujuh kelompok tersebut mengundang decak kagum panitia, walaupun dengan segala persiapan dan waktu yang minim tersebut. Tidak sampai larut malam, dan tidak membuat Pramuda kehilangan senyum dan semangatnya, rangkaian Opera Budaya 2017 ditutup oleh penampilan divisi Kandaya dan Koorzon (Koordinator Zona) pada pukul 20:00 WIB.

Setelah berdansa ria bersama selama kurang lebih 10 menit, para Pramuda dipersilakan untuk kembali pulang, diantar dengan panitia yang berbaris mengular di depan pintu samping Aula PSBJ untuk sekadar mengucapkan sampai jumpa di perkuliahan.

Opera Budaya 2017 memang sudah usai, tetapi ini merupakan awal bagi Pramuda FIB 2017 dalam menimba ilmu di kampus tercinta.

Selamat datang Pramuda FIB 2017.

(Zhinta)
Dokumentasi: Pubdekdok Opera Budaya 2017.

0 comments: